Menuntut Ilmu Syar’i

Kaum muslimin wa muslimah, mensyukuri nikmat-nikmat Alloh adalah wajib hukumnya. Alloh subhaanahu wa ta’aala berfirman :

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Q.S. Al-Baqoroh : 152)

Juga firman-Nya :

“… Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Alloh, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat zholim dan sangat mengingkari (nikmat Alloh).” (Q.S. Ibrohim : 34)

Alloh subhaanahu wa ta’aala mengingatkan bahwa manusia sangat zholim dan sangat kufur (sangat mengingkari nikmat) karena mereka tidak mensyukuri nikmat-nikmat Alloh yang diberikan kepada mereka.

Di antara nikmat yang Alloh berikan kepada kita adalah nikmat Islam, iman, rizki, harta, umur, waktu luang, dan kesehatan untuk beribadah kepada Alloh dengan benar dan untuk menuntut ilmu syar’i.

Manusia diberikan dua kenikmatan, namun banyak di antara mereka yang tertipu.

Rosululloh shollalloohu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” Hadits shohih : Diriwayatkan oleh al-Bukhori no. 6412, at-Tirmidzi no. 2304, ibnu Majah no. 4170, Ahmad I/258, 344, ad-Darimi II/297, al-Hakim IV/306, dan selainnya dari Shahabat ibnu ‘Abbas rodhiyalloohu ‘anhumaa.

Banyak di antara manusia yang tidak menggunakan waktu sehat dan waktu luangnya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak gunakan untuk belajar tentang Islam, tidak ia gunakan untuk menimba ilmu syar’i. Padahal dengan menghadiri majelis ta’lim yang mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat, akan bertambah ilmu, keimanan, dan ketaqwaannya kepada Alloh subhaanahu wa ta’aala. Juga dapat menambah amal kebaikannya.

Semoga melalui majelis ta’lim yang kita kaji dari kitab-kitab para ulama Salaf, Alloh memberikan hidayah kepada kita di atas Islam, ditetapkan hati dalam beriman, istiqomah di atas Sunnah, serta diberikan hidayah taufik oleh Alloh untuk dapat melaksanakan syari’at  Islam secara kaffah (menyeluruh) dan kontinyu hingga kita diwafatkan oleh Alloh subhaanahu wa ta’aala dalam keadaan mentauhidkan Alloh dan melaksanakan Sunnah. Semoga Alloh senantiasa memudahkan kita untuk selalu menuntut ilmu syar’i, diberikan kenikmatan atasnya, dan diberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan Sunnah menurut pemahaman Salafush Sholih.

Sumber :

Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga Panduan Menuntut Ilmu Yazid bin Abdul Qadir Jawas Pustaka At-Taqwa

Tentang manhaj3912

ana thoolibun jadiidun
Pos ini dipublikasikan di Al Ilmu dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s