MALHAMAH KUBRO

Ini merupakan pertempuran terdahsyat yang terjadi antara kaum Muslimin dengan Rumawi. Dalam pertempuran ini kedua belah pihak bertempur tidak lagi menggunakan senjata modern, namun hanya menggunakan kuda dan pedang. Karena seluruh senjata modern musnah dalam peristiwa perang besar akhir zaman (Armageddon).

Pertempuran besar (al Malhamah Kubro) terjadi di sebuah daerah yang bernama Ghutah dekat Damasykus, dimana tempat itu menjadi pusat kaum Muslimin saat itu. Perang ini dipimpin langsung oleh imam Mahdi. Kaum Rum bergerak menuju Syiria dan turun di kota A’maq atau Dabiq, dalam sebuah kumpulan tentara dengan 80 bendera, setiap bendera terdapat 12.000 tentara.

Perang al Malhamah Kubro terjadi selama 4 hari berturut-turut, 1/3 dari kaum Muslimin melarikan diri dari pertempuran, yang mana dosa mereka tidak akan diampuni oleh Alloh. Dan 1/3 lagi mendapatkan syahid, dan sisanya yang 1/3 akan mendapatkan kemenangan yang mana mereka tidak akan tersesat untuk selama-lamanya. (Shohih Muslim dalam al Fitan wa Asyratus Sa’ah 18/21-22)

Dalam hadits lain disebutkan, “Pada waktu pertempuran itu akan terjadi kemurtadan yang sangat banyak. Kemudian kaum Muslimin maju dengan satu pasukan depan yang berani mati (syurthoh), yang tidak akan mundur kecuali dalam keadaan menang. Lalu mereka terus bertempur hingga mereka terhalang oleh malam. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai pihak yang menang, dan akhirnya pasukan Muslimin itu hancur. Kemudian kaum Muslimin maju dengan satu pasukan berani mati, yang tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka terus bertempur hingga mereka terhalang oleh malam. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai pihak yang menang, dan akhirnya pasukan Muslimin itu hancur. Kemudian kaum Muslimin maju dengan satu pasukan berani mati, yang tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang, mereka terus bertempur sampai senja. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai pihak yang menang, dan akhirnya pasukan kaum Muslimin itu hancur. Maka ketika telah sampai hari ke empat, bangkitlah seluruh umat Islam, lalu Alloh subhaanahu wata’aalaa menimpakan bencana terhadap mereka (kaum rum) dan terbunuhlah mereka dengan dahsyatnya, hingga tidak pernah dilihat oleh orang sebelumnya. Sehingga apabila burung melewati kawasan mereka, maka burung itu akan mati sebelum melewati mereka…” (HR. Muslim dari Jabir)

Tentang manhaj3912

ana thoolibun jadiidun
Pos ini dipublikasikan di Kiamat dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s